Semakin luasnya penerapan Telematika/ TI (Teknologi Informasi) dibebagai bidang, telah membuka peluang yang besar bagi para tenaga profesional TI untuk berkerja di perusahaan, intalasi pemerintahan atau dunnia pendidikan di area globalisasi ini.
Secara global, baik di negara maju maupun negara barkembang, telah terjadi kekurangann tenaga profesional TI, menurut hasil studi yang diluncurkan pada April 2001 oleh ITAA (Information Technologi Association of Amerika) dan European Informasi Technologi Observatory, di amerika pada tahun 2001 terbuka kesempatan 900,000 pekerja di bidang TI, diantaranya 425,000 pekerja tidak dapat terisi karena kekurangan pelamar yang memenuhi kualifikasi teknis dan nonteknis, dan satu diantara 3 pelamar tidak memenuhi ketrampilan yang dibutuhkan untuk menangani pekerja TI. Di Uni Eropa yang terdiri dari 15 negara, terjadi kekurangan 1,9 juta tenaga TI, negara Jerman sendiri memiliki 200.000 lowongan high-tech yang tidak bisa dipenuhi.
Di wilayah ASIA seperti India, yang setiap tahunnya menghasilkan 200.000 tenaga profesional TI, pada tahun 2008 akan mengalami kekurangan 2,2 juta tenaga TI, Malaysia sampai akhir tahun 2000 membutuhkan lebih dari 15.000 tenaga TI, Korea hingga tahun 2002 akan membutuhkan 50.000, Hongkong pada tahun 2005 membutuhkan 17.000, dan Thailand selama 15 tahun ke depan butuh 800.000 tenaga TI. (Sumber dari FEER: The Tug of War Continues For Asia’s Best IT Brains, 11 Januari 2000, Dow Jones Internasional News).
Menurut Bapak Aiziman Djusan, Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan SDM Departemen Komunikasi dan Informatika dalam presentasinya di acara Workshop Sertifikasi Telematika dalam, Gedung JDC semarang tanggal 28 Juli 2005 yang lalu, memaparkan bahwa kebutuhan dan Ketersediaan SDM Telematika di Indonesia adalah sbb: Pada tahun 2008 kebutuhan tenaga IT 32,6 juta dari 273.5 juta penduduk sedangkan tenaga IT yang tersedia dperkirakan baru 19,8 juta.
Data diatas menujukkan, bahawa dari tahun ke tahun kebutuhan SDM Telematika semakin meningkat, dan Indonesia perlu memiliki strategi yang tepat untuk dapat memenuhi kebutuhan tersebut baik dari segi jumlah maupun dari kualitas (kompetensi). Secara sistematis perlu diadakan Pengembangan Program Studi Informatika jenjang D1 s.d S3, pembelakuan kurikulum resmi informatika diberbagai sekolah (SD s.d Perguruan Tinggi), perlu segera ditingkatkan kompetensi standar kualifikasi penerimaan pegawai swasta maupun pemerintahan, sosialisasi manfaat internet untuk meningkatan kualitas kehidupan, dan pemakai aplikasi computer di berbagai kehidupan.
Sebagai sesimpulan, lulusan tenaga profesi dan sarjana di bidang Telematika masih sangat banyak dibutuhkan untuk mendukung kemajuan di segala bidang (ekonomi, pertania, industri, industri, instansi pemerintah, pendidikan dll) dan lowongan ini tersedia bukan hanya di Indonesia namun juga di manca negara. Untuk mengisi lowongan ini, lulusan jelas dituntut untuk memiliki kompetensi standard an sertifikasi tingkat nasional atau internasional di bidang Telematika, dan bukan hanya sekedar gelar S1, S2 dan S3.
Messager from director……….
lebih jelasnya disini kalau mau gabung: http://www.provisi.ac.id